SURYA Online, SURABAYA – Dibandingkan jumlah populasi masyarakat Indonesia, masyarakat yang melakukan investasi reksadana masih terbilang sangat kecil. Jangankan di Indonesia, di Jawa Timur yang tingkat pertumbuhan ekonominya cukup tinggi saja, jumlah investor reksa dana masih berkisar di angka 0,1 persen dari keseluruhan populasi.
Hal itu seperti disebutkan Ketua Asosiasi Pengelola Reksa dana Indonesia (APRDI), Denny R Thaher saat pembukaan ajang Pekan Reksa Dana (Perdana) 2013 di Surabaya, Jumat (11/10/2013).
Menurutnya dari total penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 240 hingga 250 juta jiwa, baru sekitar 246.000 orang yang menjadi investor reksa dana.
Sedangkan di Jatim, dari populasi sekitar 38 juta jiwa, baru sekitar 40.000 orang yang berinvestasi di reksa dana.
"Itu sekitar 0,1 persen dari jumlah penduduk. Sebagian besar masih investor ritel," ujar Denny.
Dia juga menyebutkan, berdasarkan data APRDI, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana konvensional di Indonesia saat ini mencapai Rp 197 triliun. Bila ditambah dengan NAB reksa dana pengadaan terbatas, jumlahnya menjadi sebesar Rp 233 triliun.
Dibandingkan dengan dana kelolaan yang ada pada perbankan yang sebesar Rp 3.400 triliun, jumlah itu terbilang sangat kecil.
"Kira-kira hanya sebesar enam sampai tujuh persen kalau dibandingkan dana kelolaan perbankan," imbuhnya.
Anda sedang membaca artikel tentang
Dibandingkan Populasi, Investor Reksadana Baru 0,1 Persen
Dengan url
http://cahayapost.blogspot.com/2013/10/dibandingkan-populasi-investor.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Dibandingkan Populasi, Investor Reksadana Baru 0,1 Persen
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Dibandingkan Populasi, Investor Reksadana Baru 0,1 Persen
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar