SURYA.co.id |MALANG - Ratusan petani perwakilan dari 11 desa di dua kecamatan, yaitu Tumpang dan Pakis yang bakal terdampak pada proyek Sumberpitu masih berjuang bisa masuk ke gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2015).
Yatmo, petani dari Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis mengaku tidak puas air sumber di desanya diambil alih PDAM.
"Saya sangat marah. Karena air di desa saya mau diambil PDAM," tutur Yatmo di depan gedung DPRD Kabupaten Malang , Rabu (4/3/2015).
Bersama petani lainnya, mereka akan mengikuti hearing pembahasan pengelolaan mata ait Sumberpitu di Kecamatan Tumpang bersama dewan dan SKPD terkait.
Selain menjadi petani, Yatmo adalah petugas pengatur air di sawah di desanya.
Profesi ini sudah dilakoni puluhan tahun. Menurut Yatmo, dalam kondisi saat ini, air Sumberpitu belum diambil PDAM saja, petani sudah kekurangan.
"Pusing saya mengatur air," katanya.
Ia kemudian menunjukkan selembar kertas berisi jadwal pengaturan air. Jadwal air digilir satu minggu sekali.
Katanya, memang ada embung Malangsuko. Tapi tragisnya, anjut dia, embung itu tidak berfungsi. Malah dijadikan tempat pemancingan ikan.
Proyek Sumberpitu berada di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. Proyek bersumber APBN itu sekarang sudah mau selesai. Namun pengambilan air belum dilakukan.
Tetapi petani sudah berteriak kekurangan air. Karena itu mereka menolak rencana pengambilan air itu oleh PDAM.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
Anda sedang membaca artikel tentang
Yatmo Pusing Mengatur Air
Dengan url
http://cahayapost.blogspot.com/2015/03/yatmo-pusing-mengatur-air.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Yatmo Pusing Mengatur Air
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar