SURYA Online, SITUBONDO - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Situbondo, menggelar aksi unjuk rasa memprotes maraknya toko modern di wilayah Situbondo, Senin (04/11/2013).
Mereka menilai maraknya pertokoan modern di Situbondo akan mengancam pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) di daerah Situbondo.
Mahasiswa ini bergerak dari alun alun langsung menuju kantor Pemkab Situbondo. Selain berorasi, para aktivis PMII itu juga membawa spanduk yang bertuliskan matinya ekonomi masyatakat Situbondo.
Dalam aksinya, aktivis PMII sempat bersitegang dengan asisten dua Pemkab Situbondo, karena para mahasiswa ini tidak berhasil menemui Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. Selanjutnnya dengan perasaan kecewa, para mahasiwa ini meninggalkan kantor Pemkab Situbondo.
Salah seorang aktivis PMII mengatakan sejak awal PMII sudah melakukan kordinasi dengan Pemkab Situbondo untuk bertemu dengan Bupati, namun Bupati terkesan tidak acuh tak acuh untuk menemui para mahasiswa yang akan memperjuangkan nasib para UKM yang ada di Situbondo ini.
"Bukan Bupati yang menemui kami, malah diwakilkan oleh bapak asisten. Sehingga kami merasa tidak mendapatkan perhatian khusus dari Bupati," ujar Zainal Arifin kepada Surya,
Dalam aksinnya kali ini, kami menuntut agar Pemerintah Daerah membatasi berdirinya pasar waralaba di Situbondo,serta mendesak eksekutif dan legislatif segera mempercepat mengesahkan Perda terkait pasar waralaba tersebut.
Yang paling penting, pemerintah segera menindak lanjuti pasar waralaba yang sudah marak di Situbondo," katanya.
Menurutnya, dirinya mengaku kecewa dengan pemerintah, karena sudah tidak bersikap baik dan tidak mengakomodir nasib rakyatnya.
"Lihat sendiri bagaimana sikap pemerintah kepada kami. Jika ini tetap begini, maka kami akan datang kembali dan kalau perlu kami akan menurunkan bupati secara paksa," kata aktivis PMII ini.
Asisten dua Pemkab Situbondo, Aries Marhen mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi para mahasiswa untuk melakukan audiensi dengan bupati minggu depan.
"Bapak bupati sekarang sedang ada kegiatan, mungkin hari Kamis ini bisa kami fasilitasi," kata Aries Marhen.
Sayangnya, penyataan Asisten ini tidak digubris oleh para mahasiswa. Mereka langsung meninggalkan kantor Pemkab Situbondo untuk melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Situbondo.
Anda sedang membaca artikel tentang
Mahasiswa Tolak Maraknya Pasar Waralaba di Situbondo
Dengan url
http://cahayapost.blogspot.com/2013/11/mahasiswa-tolak-maraknya-pasar-waralaba.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Mahasiswa Tolak Maraknya Pasar Waralaba di Situbondo
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Mahasiswa Tolak Maraknya Pasar Waralaba di Situbondo
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar