Omzet Pedagang Hewan Kurban Bojonegoro Turun

Written By Unknown on Senin, 14 Oktober 2013 | 12.42

SURYA Online, BOJONEGORO - Omzet pedagang hewan kurban kambing di Bojonegoro, Jatim, menurun dibandingkan dengan omzet penjualan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun 2012, karena  sebagian masyarakat memilih membeli sapi.
    
"Masyarakat  banyak yang memilih membeli sapi dibandingkan kambing, sebab bisa patungan dan hasil daging lebih banyak dibandingkan kambing," kata seorang pedagang hewan kurban di Bojonegoro, Kusnan (43), Senin (14/10/2013).
    
Ia mengaknu bahwa hingga saat ini hanya mampu menjual sekitar 40 ekor kambing jenis gibas dari 70 ekor stok kambing gibas yang dimiliki dengan harga berkisar Rp1,5 juta-Rp2 juta/ekor, di antaranya ada yang seharga Rp3 juta/ekor dalam dua pekan terakhir.
    
"Waktu penjualan hanya tinggal sehari. Kemungkinan ada kambing yang masih laku jumlahnya juga tidak banyak," katanya.
    
Ia menyebutkan Hari Raya Idul Adha tahun lalu mampu menjual 100 ekor dengan waktu yang sama.
    
"Pedagang kambing yang kesulitan menjual kambingnya tidak saya saja. Yang saya ketahui lima teman saya yang juga berjualan kambing mengeluh omzetnya menurun," jelasnya.
    
Ditanya akan dikemanakan kambing yang masih tersisa, menurut Kusnan, tetap akan dijual di pasar hewan, tapi karena Hari Raya Idul Adha sudah rampung harganyapun akan merosot hingga berkisar Rp300 ribu-Rp400 ribu/ekor.
    
Mengenai masyarakat lebih memilih membeli sapi dibenarkan Muntoro, seorang pedagang kambing lainnya di Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota.
    
"Patungan membeli sapi bisa hanya Rp1,5 juta/orang dengan hasil perolehan daging yang lebih banyak dibandingkan kambing," jelasnya.
    
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kurban Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Catur Rahayu K, menjelaskan pihaknya yang melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah pedagang hewan kurban di perkotaan tidak menemukan adanya penyakit yang bebahaya.
    
"Tapi di setiap pedagang hewan kurban ditemukan kambing yang berpenyakit mata berkisar 3-4 ekor," ujarnya.
    
Namun, menurut dia, daging kambing yang berpenyakit mata tidak berbahaya kalau dagingnya dikonsumsi manusia.
    
"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kecamatan juga dilakukan mantri kesehatan di masing-masing wilayah," ucapnya, menegaskan.
    
Sesuai data di Dinas Peternakan dan Perikanan setempat, pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu jumlah hewan kurban kambing 1.371 ekor dan sapi 9.147 ekor. (ant)


Anda sedang membaca artikel tentang

Omzet Pedagang Hewan Kurban Bojonegoro Turun

Dengan url

http://cahayapost.blogspot.com/2013/10/omzet-pedagang-hewan-kurban-bojonegoro.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Omzet Pedagang Hewan Kurban Bojonegoro Turun

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Omzet Pedagang Hewan Kurban Bojonegoro Turun

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger