Los Pasar Desa di Ponorogo Nyaris Ambruk Dibiarkan

Written By Unknown on Selasa, 09 Juli 2013 | 12.42

SURYA Online, PONOROGO - Kondisi los bangunan pasar desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek kondisinya memprihatinkan.

Selain kondisi bangunannya nyaris ambruk, selama ini pasar desa yang terletak di Dusun Ngagik, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo itu, tidak pernah mendapatkan perhatian dari sejumlah Satuan Kerja (Satker) yang ada di lingkungan Pemkab Ponorogo.

Akibatnya, meski pasar desa itu tergolong sebagai perekonomian warga perbatasan Ponorogo - Trenggalek, tidak pernah dibangun sama sekali.

Padahal, bangunan yang rapuh dimakan usia itu, kondisinya dapat membahayakan bagi pedagang dan pembeli yang setiap saat jiwanya bisa terancam atas ambruknya bangunan los pasar desa itu.

Apalagi, bangunan yang sudah reyot, atapnya sudah rontok dan kayu penyangga genteng sudah rapuh tidak pernah diperbaiki sama sekali. Padahal, retribusi dari pedagang untuk Pemkab Ponorogo selalu dibayarkan ke petugas yang menarik retribusi di pasar desa itu.

Salah seorang konsumen, Ny Sumi (55) warga Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, yang setiap hari belanja ke pasar Ngagik tersebut mengaku merasa was-was saat melintas di dekat los pasar yang kondisi bangunanya sudah lapuk dan rontok bagian atapnya itu. Apalagi, sampai saat ini dibiarkan dan tak pernah dibangun sama sekali sejak turun temuruan lahirnya pasar desa itu.

"Saya takut dan khawatir, jika melintas di bangunan los pasar tiba-tiba roboh dan kerontokan atap bangunan," terangnya kepada Surya Online, Selasa (9/7/2013).

Kepala Desa Tempuran, Misniato (45) menjelaskan keadaan pasar desa itu sangat kritis. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, jika terjadi hujan deras bangunan los pasar yang hanya ada sekitar 15 unit itu akan roboh dan menimpa pedagang maupun konsumen yang menjalankan aktivitas jual beli.

"Saya sendiri sebagai kepala desa ikut prihatin. Pasar itu pasar induk yang ada di Desa Tempuran. Bahkan dari kota lain seperti Trenggalek datang berbelanja kesini. Tetapi bangunannya tak pernah diperhatikan Pemkab Ponorogo," ungkapnya.

Selain itu, Kades berharap agar bangunan pasar Ngagik yang merupakan pusat akses perekonomian warga beberapa desa di wilayah Kecamatan Sawoo bagian timur ini segera mendapat perbaikan dari Pemkab Ponorogo agar para pedagang merasa lebih aman dan nyaman menjalankan aktivitas usahanya.

"Harapan saya Pemkab Ponorogo mau mengupayakan rehab pasar ini agar para penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman. Pasar ini satu-satunya aset desa yang diharapkan bisa memperlancar perkembangan ekonomi masyarakat pedesaan," paparnya.

Sementara Kepala Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UMKM (Indakop) Pemkab Ponorogo, Vifson Suisno mengaku pasar Ngagik tergolong sebagai pasar desa. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengurusi pasar desa yang bukan tergolong sebagai pasar daerah.

"Pasar Ngagik itu pasar desa bukan pasar daerah. Jadi pembinaan dan sebagainya kewenangan Pemdes bukan Indakop," bantahnya.

Semetara Kepala Bappemas dan Pemdes Pemkab Ponorogo, Najib Susilo menegaskan mengenai pasar desa merupakan kewenangan dan tanggung jawabnya. Akan tetapi hingga kini belum ada laporan ke meja kerjanya mengenai kondisi bangunan pasar Ngagik yang nyaris runtuh itu.

"Kami akan kroscek ke lapangan dulu baru memberikan keterangan. Karena masalah pasar desa memang kewenangan kami," pungkasnya.


Anda sedang membaca artikel tentang

Los Pasar Desa di Ponorogo Nyaris Ambruk Dibiarkan

Dengan url

http://cahayapost.blogspot.com/2013/07/los-pasar-desa-di-ponorogo-nyaris.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Los Pasar Desa di Ponorogo Nyaris Ambruk Dibiarkan

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Los Pasar Desa di Ponorogo Nyaris Ambruk Dibiarkan

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger