Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dikabarkan Cerai dan Pecat Istri Jadi Manajer, Ini Jawaban Nassar

Written By Unknown on Jumat, 10 Oktober 2014 | 12.42

SURYA Online, JAKARTA - Rumah tangga Nassar Fahad Ahmad Sungkar (28) dengan Musdalifah dikabarkan retak.

Apalagi, belakangan ini Nassar lebih sering terlihat pergi ke lokasi syuting sendirian.

Padahal, sejak awal menikah, sekitar dua tahun lalu, Musdalifah selalu mendampingi.

Benarkah kabar perceraian itu?
 
"Hubungan baik-baik saja ah! Tidur juga biasa saja masih sama-sama, sholat jamaah. Aku ingin bunda menjalani kegiatan sebagai ibu buat anak-anak saja," jawab Nassar, Kamis (9/10/2014).
 
Nassar memaklumi, isu perceraian itu kian santer. Pasalnya, kemesraan Nassar dan Musdalifah  kini kian jarang terlihat di depan pubilk.

Nassar menegaskan, sekarang ia memilih untuk lebih mandiri, bekerja dengan tim manajemennya, bukan dengan sang istri yang dulunya menjadi manajer.
 
"Mungkin aneh ya, biasa berdua. Sebelum aku jadi penyanyi (profesional) masih di Bandung, terus ikut kontes dangdut, aku memang sudah mandiri. Aku pengin selayaknya artis lain dengan manajemennya. Kemarin bunda memanejeri aku," ucap Nassar.

LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

Terjerat Raja Ampat

Oleh : Endang Triningsih
Alumnus Hua Ind Malang angkatan 1979

PETUALANGAN empat hari itu dimulai pada Juli 2014 silam. Alumni SMA Kolese Santo Yusuf, Malang atau Hua Ind, angkatan 1979 sepakat berangkat ke Raja Ampat, Papua. Di antara alumni ada yang membawa anak membuat nuansa reuni semakin guyup. Perjalanan Surabaya-Sorong, transit di Makassar pun dimulai.

Sorong pun akhirnya kami singgahi. Usai sarapan, tujuan pertama adalah teluk Kabui yang dilengkapi dengan gugusan pulau. Sungguh, pesonanya jauh lebih cantik ketimbang di Guilin, China. Perjalanan di lanjutkan menuju Resort Raja Ampat Dive Lodge (Radil) yang terletak pulau Mansuar. Di sinilah kami menginap selama berada di Raja Ampat.

Resort ini terletak di tepi pantai yang airnya jernih dan banyak ikannya, di bagian belakang resort menjulang bukit karang tinggi ditumbuhi pepohonan lebat hutan alami. Sungguh indah, udara pun terasa segar walau cukup panas. Setelah makan siang rombongan naik speedboat menuju kampung Yenbuba untuk berenang dan snorkeling.

Hari kedua, pemandu lokal, Pak Zaka, begitu kami memanggilnya memberi informasi bila hari ini kami akan ke pulau Wayag. Kami bergegas sarapan agar tak terlalu siang untuk melaut menuju pulau Wayag, salah satu icon Raja Ampat. Speedboat membawa rombongan kami langsung ke pulau Wayag.

Bahaya di laut tidak pernah kami ketahui, tidak seorang pun menjelaskan tentang hal-hal yang mungkin terjadi. Persiapan yang kami bawa hanyalah topi, sarung tangan, sepatu kets, dan makanan kecil untuk bekal di perjalananan. Ternyata perjalanan begitu berat, kami nyaris batal ke pulau Wayag karena godaan cuaca, diimbuh dengan pendakian bukit terjal menuju Wayag. Toh akhirnya semua akumulasi emosi itu berbuah manis. Pesona pulau Wayag yang luar biasa, menyerap habis kelelahan kami. Wayag memang bagai surga yang hilang.

Tidak terasa, senja segera turun dan kami harus kembali agar tidak terjebak bermalam di laut lepas. Sayang, Wayag harus kami tinggalkan. Namun ancaman belum sepenuhnya berlalu karena BBM menipis dan speedboat tidak bisa merampat hingga ke resort. Hah? Kami pun terpaksa diinapkan di pos terdekat dari Wayag, pos C1. Di sini kami bermalam, tanpa persiapan apapun, bahkan tanpa bekal sama sekali. Alamak...

Bagaimana esok? Ternyata logistik datang meski harus memasak sendiri. Usai sarapan, pemandu datang dengan speedboat berisi BBM. Akhirnya kami bisa kembali ke resort dan memulai petualangan yang lain di Raja Ampat.


12.42 | 0 komentar | Read More

Wajah Monkasel Kini

MONUMEN kapal selam (monkasel) menjadi salah satu jujugan wisata murah meriah di tengah Kota Surabaya. Hanya dengan tiket masuk Rp 8.000 per kepala, pengunjung bisa menikmati suasana hingga ke dalam perut kapal selam yang 'terdampar' di Jalan Pemuda, Surabaya ini.

Sayangnya wisata sejarah di Kota Surabaya yang dilengkapi dengan bioskop mini mengenai sejarah bahari ini telah berubah citra. Area sekitar monkasel kini perlahan tapi pasti telah berubah fungsi. Kunjungan anak muda dalam balutan busana funky menjadi penanda di tempat tersebut akan ada acara.

Mereka bukan akan menikmati wisata kapal selam atau menonton bioskop di ruangan mini diorama. Namun, di belakang monkasel digelar pertunjukkan musik hardcore yang tak pelak memekakkan telinga pengunjung monkasel. Hal tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Akankah wisata sejarah monkasel tenggelam digantikan pentas musik cadas?

Mukharromah Rahayu
Siswa SMAN 1 Cerme - Gresik


12.42 | 0 komentar | Read More

Tidur Tanpa Menghapus Make Up, Apa Yang Terjadi?

SURYA Online, SURABAYA – Anda pasti pernah kelupaan menghapus riasan alias makeup sebelum tidur, kan?

Kalau cuma sekali dua kali, ketiduran tanpa membersihkan sisa-sisa foundation dan bedak rasanya tak apa-apa. Namun, benarkah hal itu?

Jawabannya, salah. Ternyata kemalasan bisa berdampak buruk pada kulit. Benar, meski ini hanya terjadi sesekali.

"Semakin sering tidur dengan mengenakan riasan , semakin besar kerusakan yang diderita kulit," ujar dermatologis Jeannate Graf, MD.

Menurut Graf, kulit sama seperti bagian tubuh yang lain, berfungsi dengan sirkulasi tetap.

"Di malam hari, kulit melakukan regenerasi. Mengenakan riasan dan foundation saat proses ini terjadi bisa berpengaruh pada regenerasi kulit, membuat kulit rusak," ujar Jeannate lagi sambil menambahkan, meski ini hanya terjadi sesekali namun dampak negatif ini tetap memberi pengaruh ke kulit.

Riasan apa saja yang berefek buruk ke kulit wajah bila Anda lupa menghapus sebelum tidur?

Foundation
"Foundation biasanya bersifat tebal dan menjadi dasar riasan lain di wajah selama sehari penuh," ujar Jeannate. Partikel-partikel dan pigmen besar ini akan terpecah setelah seharian dipakai. Ditambah, alas bedak sudah pasti terekspos dengan proses metabolisme, bersentuhan dengan polusi, bakteri, debu, dan kuman dari udara luar. Semua ini akan menghambat proses mikrocirculation yang terjadi saat kulit memperbaharui diri. Hal ini berefek pada kolagen yang pecah, yang bisa menimbulkan kerutan dan sumbatan di pori-pori. Sumbatan ini bisa membuat bakteri bersarang dan menjadikannya jerawat.

Krim wajah
Krim wajah juga berpotensial merusak kulit, tergantung cara penggunaannya. "Bila krim sudah dipakai seharian, tentu bisa berbahaya bagi kulit. Tapi bila krim dipakai para kulit yagn baru dibersihkan sebagai pelembab, maka tak apa-apa," ujar Jeannate.

Lipstik
"Tidur dengan lipstik jenis apapun akan menghasilkan bibir kering dan pecah-pecah," ujar Jeannate. Bila biasa menggunakan lipstik dengan pigmen tinggi, gosok bibir dengan pembersih sebelum tidur, lalu berikan lip balm yang banyak untuk membantu bibir kembali lembap.

Maskara
Ingin tidur namun tetap bergaya dengan bulu mata lentik? Hentikan kebiasaan ini. "Partikel dalam maskara mengghambat folikel bulu mata dan melukai rambut, sama seperti riasan merusak kulit," ujar Jeannate. Bila terjadi iritasi, kerusakan maskara bahkan bisa merambat ke mata.

LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

Aura Mistis Goa Randangan

Oleh : Nikodemus Bona
Peserta PPG SM-3T Universitas Negeri Malang
marchb25@gmail.com

GOA Randangan merupakan salah satu situs bersejarah yang ada di pulau Kabaruan. Tepatnya di Desa Damau Bowone, Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Goa ini berada di salah satu gugusan dari beberapa gugusan pulau-pulau yang berada di ujung utara Indonesia.

Untuk bisa ke goa bersejarah ini dibutuhkan waktu sekitar lima jam. Dari ibu kota kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Melonguane, kita bisa menggunakan motor laut atau speedboat menuju pelabuhan Mangaran di pulau Kabaruan dengan waktu tempuh dua sampai tiga jam. Ongkos untuk bisa sampai ke pelabuhan tersebut bervariasi, yaitu Rp 45.000 per orang kalau menggunakan motor laut dan Rp 70.000 per orang kalau menggunakan speedboat.

Bila sampai di pelabuhan Mangaran, kita kemudian menggunakan angkutan umum menuju Desa Damau Bowone yang ada di Kecamatan Damau dengan ongkos sewa Rp 20.000 per orang dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Tiba di desa tersebut, kita bisa meminta bantuan warga setempat untuk mengantarkan ke goa Randangan.

Jaraknya tidak jauh dari permukiman penduduk. Hanya membutuhkan waktu lima menit dari kantor camat Damau untuk mencapai tempat tersebut dengan berjalan kaki. Tidak ada ongkos masuk ke tempat tersebut alias gratis bagi siapa saja yang berkunjung. Warga setempat memandang goa Randangan sebagai tempat keramat bagi warga desa pulau Kabaruan karena di goa tersebut terdapat puluhan tengkorak kepala, ratusan tulang belulang, serta pecahan barang-barang antik dari masa lampau, seperti guci dan mangkuk.

Warga desa setempat meyakini bahwa tengkorak dan pecahan-pecahan barang berharga tersebut merupakan milik para misionaris dari Portugal yang datang ke Pulau Kabaruan untuk menyebarkan agama Kristen. Para tetua adat di desa tersebut menuturkan, dulunya setiap orang yang berkunjung ke goa tersebut, wajib pasalnya untuk tidak membuang ludah sembarangan, buang sampah, dan mengeluarkan kata kotor. Kalau melanggar, si pelanggar akan jatuh sakit sepulangnya dari tempat tersebut. Namun, pada saat ini hal tersebut tidak berlaku lagi.

Goa Randangan ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah yang ada di kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Namun sayang perhatian yang kurang dari pemerintah daerah menjadikan situs ini hanya menjadi tempat bersejarah yang terabaikan.


12.42 | 0 komentar | Read More

URC, Tim Penambal Cepat Yang Bisa Perbaiki Jalan Selama 15 Menit

SURYA Online, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), meluncurkan Unit Reaksi Cepat (URC) atau tim penambal jalan cepat, untuk perbaikan jalan berlubang dalam waktu cepat, Jumat (10/10/2014).

URC yang ada di bawah tanggung jawab unit Bidang Bina Marga ini akan menyiapkan tiga tim untuk memperbaiki jalan berlubang di Kabupaten Gresik.

"Warga yang melihat jalan berlubang yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Gresik, bisa menghubungi call center untuk melaporkan kerusakan jalan tersebut," kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto usai menjadi sopir mesin pengeras jalan di workshop DPU Kabupaten Gresik.

Kepala DPU Kabupaten Gresik, Bambang Isdianto menambahkan, ada tiga tim untuk bertugas di URC, masing-masing tim terdiri 10 orang.

"Tiga unit ini akan memantau jalan di Gresik Setalan, Utara dan Tengah. Saat ini baru ada satu unit, pada 2015 nanti akan dianggarkan lagi yang dua unit," kata Bambang.

URC Bina Marga akan bekerja secepat mungkin untuk menambal jalan yang berlubang.

"Jika lubangnya hanya 30 sentimeter kedalam 10 sentimeter bisa dikerjakan cukup 15 menit. Tapi karena keterbatasan tim, jadi dari laporan masyarakat akan diprioritaskan," katanya.


12.42 | 0 komentar | Read More

Basarnas Kirimkan Peralatan Water Rescue ke Lokasi

Written By Unknown on Selasa, 07 Oktober 2014 | 12.42

SURYA Online, JEMBER - Basarnas Jember mengirimkan perlengkapan penyelamatan air (water rescue) lengkap ke perairan Banyuwangi.

Sebanyak delapan orang personel Basarnas Jember diterjunkan untuk membantu pencarian penumpang Perahu Kapal Motor Jabal Nur yang tenggelam di perairan dekat Pulau Menjangan.

Menurut Rescuer Basarnas Jember Wahyu Setya Budi peralatan yang dikirimkan antara lain satu unit motor tempel dan satu unit perahu karet.

"Kalau sampai sekarang belum diketahui titik lokasinya. Cuma tadi malam membawa water rescue lengkap," ujar Wahyu, Selasa (7/10/2014).

Wahyu yang berjaga di markas Basarnas Jember belum mendapatkan kabar dari personel yang terjun ke lokasi. Basarnas Jember mendapatkan kabar dari Lanal Banyuwangi, Senin (6/10/2014) pukul 00.00 wib.


12.42 | 0 komentar | Read More

Akhirnya, Kajari Temui 'KPK'

SURYA Online, MALANG - Koalisi Pengawas Kejaksaan (KPK) kembali mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Selasa (7/10/2014). Kali ini KPK berhasil ditemui Kajari Kota Malang, Hendrizal Husin.

Kedatangan KPK ke Kejari ini keempat kalinya. Tiga kali datang ke Kejari sebelumnya selalu gagal bertemu Kejari. Termasuk saat Kejari masih dipimpin Munasim.

Setelah serah terima (sertijab) pekan lalu, KPK kembali mendatangi Kejari. Tapi mereka gagal bertemu Kajari baru, Hendrizal Husin. Setelah pisah-sambut, Hendrizal kembali ke Maluku Utara karena ada urusan dinas.

Kali ini Kajari bisa menemui KPK. Pertemuan antara Kajari dengan KPK masih digelar di ruang Kajari.
Wartawan hanya bisa berada diluar ruang Kajari karena pertemuan digelar tertutup.

"Kami hanya menagih janji Kajari. Katanya dulu, Kajari berkenan menemui kami sepekan setelah dilantik," kata juru bicara KPK, Fahrurroji sebelum pertemuan dimulai.

Kedatangan KPK ini mempertanyakan kejelasan kasus korupsi di UIN Malang. Sampai sekarang Kejari sudah menetapkan enam tersangka.


12.42 | 0 komentar | Read More

Minta Perumahan PNS Pemkab Malang Dihuni

SURYA Online, MALANG - Agar kawasan perumahan PNS Pemkab Malang yang berada di jalan lingkar barat (jalibar) Kepanjen hidup, pengembang minta perumahan itu dihuni. Sebab suasana seperti tidak mencerminkan adanya perumahan.

"Kami menghimbau, agar disana terlihat semacam rumah, yang sudah realisasi untuk menempatinya," jelas Triwediyanto, pengembang PT Kharisma Karangploso dalam sosialisasi ke PNS Pemkab Malang di pendopo, Selasa (7/10/2014).

Sebab jika tidak dihuni, yang dirugikan adalah penghuni. Kondisi rumah bisa menjadi rusak. Saat ini, ada 55 rumah yang sudah dimiliki PNS lewat KPR.

"Sekarang sudah terbangun 126 rumah. Yang realisasi baru 55 rumah," jelas Sri Meicharini, Kepala Badan Perumahan Kabupaten Malang terpisah.

Selain rumah, kondisi jalan paving stone juga rusak.

"Truk tebu masuk ke sana. Ini karena disana tidak ada pengamanan disana," jelasnya. Kawasan perumahan PNS dibangun disana dengan maksud membantu mobilitas PNS karena pusat pemerintahan Kabupaten Malang ada di Kepanjen.


12.42 | 0 komentar | Read More

Massa PDIP Demo Kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri

SURYA Online, KEDIRI - Massa PDIP menggelar unjuk rasa di Kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri.

Massa unjuk rasa mempertanyakan kinerja para pengurus dalam mengelola organisasi, Selasa (7/10/2014).

Aksi dilakukan dengan menggelar poster bernada kritikan kinerja partai. Selain itu juga melakukan orasi yang dilakukan sejumlah tokoh partai dan pengurus PAC.

Semula orator meminta ditemui pengurus partai. Namun sampai aksi berakhir tidak ada pengurus yang mau menemui.

Setelah melakukan aksi di kantor cabang, massa kemudian berencana melakukan aksi serupa di Kantor Pemkab Kediri.


12.42 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger