Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Nurdin Kaget Saat Polisi Tiba-tiba Ambil Helmnya

Written By Unknown on Kamis, 16 April 2015 | 12.42

SURYA.co.id | SURABAYA - Nurdin mengurangi laju motornya saat ada operasi di Jalan Perak Timur, Surabaya, Kamis (16/4/2015).

Dia tidak khawatir kena tilang karena sudah membawa SIM dan STNK.

Tapi setelah melihat SIM dan STNK, petugas minta Nurdin melepas helmnya.

Dia tidak bertanya apapun saat petugas membawa helm miliknya ke Pos 52.

"Ternyata helm saya diganti dengan helm baru," kata Nurdin.

Hal serupa juga dikatakan pengendara lain, Syaifullah. Helmnya memang standar, tapi kondisinya sudah lusuh. Bahkan tali helmnya pun hampir putus.

"Saya hanya punya helm itu. Saya tidak ganti helm karena masih standar," kata Syaifudin.

Dalam Operasi Simpatik hari ini, Polres Tanjung Perak membagikan puluhan helm, bunga, kaos, dan jam dinding.

Hadiah ini diberikan kepada pengendara yang tidak melakukan pelanggaran.

Bagi pengendara yang melanggar, petugas hanya memberikan teguran simpatik.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

NasDem Resmi Rekom Rendra Maju Pilkada Malang

surya/mujib anwar

Ketua DPP Partai NasDem Sri Sayekti Sundjunadi (kiri), Rendra Kresna, dan Ketua DPW Partai NasDem Jatim Effendy Choirie, Kamis (16/4/2015) saat penyerahan penyerahan rekom Pilkada Kabupaten Malang, di Kantor DPW NasDem, Jalan RA Kartini, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPP Partai NasDem menyerahkan surat rekomendasi kepada Rendra Kresna sebagai bakal calon kepala daerah untuk maju Pilkada Kabupaten Malang, Kamis (16/4/2015).

Surat rekomendasi diserahkan Ketua DPP Partai NasDem Sri Sayekti Sundjunadi secara langsung kepada Rendra, di Kantor DPW NasDem, Jalan RA Kartini, Surabaya.

Hadir dalam penyerahan rekom, Ketua DPW Partai NasDem Jatim Effendy Choirie.

Sri Sayekti mengatakan, nama Rendra terpilih sebagai calon bupati yang diusung partainya, setelah melakukan penjaringan dan penyaringan serta penelitian sesuai aturan partai.

"Hasilnya, Pak Rendra dinilai paling memenuhi syarat untuk diusung," tegasnya.

Dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, Rendra, kata Sri dinilai dapat mewujudkan cita-cita mewujudkan restorasi Indonesia dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

"Selain itu pertimbangan bahwa peluang Pak Rendra menang dalam Pilkada cukup tinggi, juga jadi pertimbangan. Karena kita ingin calon yang kita usung menang," tegasnya.

Dikatakan, nama Rendra terpilih, setelah DPW NasDem Jatim menyampaikan lima nama bakal calon kepala daerah Kabupaten Malang ke DPP.

Dengan rekomendasi ini, Rendra sudah punya modal awal yang cukup bagus. Karena DPD NasDem Kabupaten Malang memiliki empat kursi di DPRD setempat.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

DPRD Surabaya : Perkuat Gerakan Penyadaran Cegah Pedofil

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Agung Mulyono menyambut baik rencana pembentukan satgas antikekerasan seksual terhadap anak atau antipedofilia di Jatim.

Agung menyebut langkah itu menjadi bagian kerja perlindungan anak, seperti diamanatkan dalam Perda 2/2014 tentang Sistem Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Peraturan ini digedok DPRD Jatim 2014.

Sesuai perda itu, Pemprov Jatim wajib mendorong terwujudnya kabupaten/kota layak anak.

"Pemprov melalui dinas-dinas terkait harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga." katanya.

Menurut Agung, edukasi dan penyadaran masyarakat menjadi poin terpenting mencegah pedofilia.

Data menunjukkan, mayoritas pedofil (pelaku pedofilia) adalah orang-orang terdekat korban, sehingga kecil kemungkinan bisa diawasi orang lain.

"Langkah sosialisasi segera digalakkan sebelum kasus pedofilia meningkat. Tapi kalau sudah ada kasus, dicari betul pelakunya dan diproses," papar Agung kepada Surya, Rabu (15/4/2015).


12.42 | 0 komentar | Read More

Sedih Disebut Pencuri, Nenek Asyani Menangis dan Bersujud di Depan Hakim

SURYA.co.id | SITUBONDO – Nenek Asyani (63) tiba-tiba menangis histeris dan bersujud di depan Majelis Hakim, saat penutupan sidang di Pengadilan Negeri Situbondo, Kamis (16/4/2015).

Terdakwa pencurian kayu jati ini menangis karena tidak terima dirinya terus dituduh mencuri.

"Engkok tak ngecok, mak ekocak ngecok teros ye, (Artinya : Saya tidak mencuri, kok dibilang mencuri terus ya)," ratap nenek Asyani di ruang sidang.

Nenek Asyani juga mengecam semua pihak yang telah menuduhnya mencuri kayu jati milik Perhutani itu.

"Rasak agi se ngokom engkok, (Artinya : Rasakan yang menghukum saya)," teriaknya.

Sidang kali ini untuk mendengarkan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait pledoi kuasa hukum wanita asal Perumahan Banjir, Desa/Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo.

Kuasa hukum terdakwa nenek Asyani, Supriyono mengatakan, tidak hal yang baru dalam replik yang dibacakan JPU itu.


12.42 | 0 komentar | Read More

Ginsi Jatim Prediksi Impor Kapal Laut Bulan April Masih Tinggi

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia Jawa Timur (Ginsi Jatim) mengatakan, kenaikan impor kapal laut Jawa Timur masih akan tinggi pada April 2015.

Alasannya, kebutuhan kapal di Jatim, terutama untuk kapal pesiar dan alutsista masih cukup banyak.

Menurutnya, permintaan Jatim akan kapal laut baru tinggi pada Maret lalu sebab banyak kondisi kondisi kapal lama yang perlu pembaruan.

"Yang dulu-dulu sudah tua. Maka, Jatim banyak impor yang baru," kata dia, kepada Surya, Kamis (16/4/2015).

Ia menambahkan, kebutuhan kapal laut itu tak bisa dipenuhi hanya dari pasar dalam negeri sebab terkait soal kuantitas.

Produksi dalam negeri, katanya, tak cukup untuk memenuhi kebutuhan kapal pesiar dan alutsista Tanah Air. Sebab itu, kapal laut untuk Jatim lebih banyak di impor dari Australia.

"Selain soal kuantitas, soal harga juga pengaruh. Harga kapal laut dari Australia lebih murah ketimbang di Indonesia," ungkapnya.

Sekadar untuk diketahui, impor kapal laut Maret 2015 melonjak tinggi ketimbang bulan sebelumnya.

Pada bulan ketiga itu, nilai impor kapal laut mencapai 67.248,50 ribu dolar Amerika Serikat (AS). Padahal, pada bulan sebelumnya hanya 1.309,50 ribu dolar AS.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Aflahul Abidin

Editor: Titis Jati Permata


12.42 | 0 komentar | Read More

Keluarga Badrodin Haiti di Jember Pantau Fit and Proper Test Lewat Televisi

SURYA.co.id | JEMBER - Keluarga calon Kapolri Komjen Badrodin Haiti, di Kabupaten Jember melihat uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR RI, melalui layar televise, Kamis (16/4/2015).

Seperti yang dilakukan kakak kandung Badrodin, Lukman Haiti di Desa Paleran Kecamatan Umbulsari, Jember.

Dari pantauan SURYA.co.id, Lukman melihat fit and proper test bersama istrinya, Sri Yulistia.

Keduanya melihat melalui televisi di rumah keluarga Haiti.

Sedangkan anak pasutri itu, M Yasin melihat melalui saluran televisi streaming di komputer yang ada di konternya.

"Saya yakin bisa, lebih banyak yang memberi saran dan bertanya program," ujar Lukman.

Fit and proper test itu dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

Presiden Jokowi Sampaikan Duka Lewat Nusron Wahid

Written By Unknown on Rabu, 15 April 2015 | 12.42

SURYA.co.id|BANGKALAN - Meninggalnya TKW Siti Zaenab (47), asal Desa Martajasah, Kecamatan Kota atas hukum pancung di Madinah, Selasa (14/4/2015) mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ucapan duka itu disampaikan melalui Ketua Badan Nasioanl Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid kala tiba di rumah almarhumah, Rabu (15/4/2015).

"Presiden sampaikan duka mendalam atas eksekusi almarhumah. Pemerintah telah berupaya menempuh langkah diplomasi agar kasus Siti Zaenab dihentikan," ungkap Nusron Wahid.

Ia menjelaskan, sejak pemerintahan Abdurrahma Wahid (Gus Dur), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga pemerintahan sekarang (Jokowi) telah mengirimkan surat sebanyak empat kali.

"Tapi jawaban keluarga ahli waris sama, tidak memaafkan. Kami sedih, kecewa, dan prihatin atas kondisi ini. Kenyataannya seperti ini," jelasnya.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Lalu Moh Iqbal menyatakan, pemerintah baru mengetahui pdari media di Arab Saudi usai pelaksanaan eksekusi dilakukan.

"Kami sendiri baru tahu kemaren (Selasa). Tidak ada notifikasi dari pemerintah setempat. Bahkan, Kemenlu Arab Saudi tidak diberitahu. Adat hukum di sana memang begitu," kata Lalu Moh Iqbal.

Terkait persoalan uang tebusan (diyat) yang sempat ramai diperbincangkan, dibantah oleh Lalu Moh Iqbal. Ditegaskannya, tidak ada perbincangan dengan keluarga ahli waris.

"Keluarga itu sangat kaya. Tidak ada respon soal diyat," tandasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Demo Kejari Kota Malang : Stop Tipu-tipu Kasus Korupsi

SURYA.co.id | MALANG - "Kejari (Kota Malang, red) Stop Tipu-Tipu." Begitu bunyi salah satu poster yang dibawa Koalisi Pengawas Kejari (KPK), saat meluruk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang, Rabu (15/4/2015) pagi.

Kedatangan mereka ini untuk memprotes penanganan kasus korupsi pembangunan gedung baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang di Kota Batu yang belum tuntas sejak di tangani Kejari, Mei 2014.

"Kasus ini belum ada perkembangan sampai sekarang, bahkan Pak Imam Prayogo yang menjadi ketua panitia disampaikan tidak terlibat dalam korupsi ini," kata Muhammad Busyrol Fuad, kordinator Aksi demonstrasi ini.

Pria yang disapa Fuad ini menjelaskan kabar tersebut disampaikan Kejari Malang dalam persidangan di Surabaya beberapa waktu lalu.

Akibatnya, status tersangka Imam pun terancam dicabut. "Kami ingin meminta kejelasan dengan kabar itu," tuturnya.

Dalam demonstrasi ini, para mahasiswa menggelar demonstrasi dengan cara berorasi, membawa spanduk yang berisi tuntutan mereka.

Selain itu, mereka juga mengenakan atribut ala Pinokio, berupa kertas yang digulung memanjang, lalu dipasang di hidung.

Atribut ini mereka gunakan karena beranggapan Kejari telah berbohong dalam menangani kasus yang merugikan negara hingga Rp 3 miliar.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


12.42 | 0 komentar | Read More

Bocah Korban Kekerasan Seksual Bisa Trauma Sepanjang Hidup

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktur LSM Telepon Sahabat Anak (TeSA 129) Jawa Timur, Isa Anshori menyatakan kekerasan seksual umumnya dilakukan orang dekat atau yang sudah akrab. Setidaknya, orang yang sudah saling kenal dengan korban.

Itu sebabnya, kasus ini paling banyak terjadi di lingkungan keluarga dan pendidikan.

Di sekolah, kekerasan seksual bisa dilakukan guru, pekerja, atau orang luar yang kerap datang ke sekolah.

Isa Anshori menyebut jumlah riil kasus kekerasan seks pada anak ini jauh lebih besar dibanding yang tercatat di kepolisan dan berbagai lembaga lain.

Ini karena ada banyak kasus yang tidak dilaporkan. "Biasanya banyak terjadi di sekolah. Siswa yang jadi korban, banyak yang tidak mau melapor dengan berbagai alasan. Misalnya takut dikeluarkan dari sekolah," terang Isa.

Pihak sekolah, lanjut Isa, banyak menerapkan model penyelesaian administratif.

Korban dipanggil dan diberi pendampingan guru Bimbingan dan Konseling (BK), lalu masalah dianggap selesai.


12.42 | 0 komentar | Read More

Ada 15 Soal Listening Bahasa Inggris Yang Materinya Tak Sesuai

SURYA.co.id | MALANG - Siswa dan pengawas peserta ujian nasional (Unas) Paper Based Test (PBT), keheranan dengan materi ujian Bahasa Inggris, Rabu (15/4/2015).

Mereka heran karena materi listening berbeda dengan materi soal ujiannya.

Kepala SMA Taman Madya, Kota Malang, Ki Purnomo Adjie memaparkan problem itu terjadi di jam pertama Unas.

Semula, siswa mengerjakan Unas tersebut dengan lancar. Tapi, begitu materi listening didengarkan siswa dibuat heran.

"Materi listeningnya, menurut siswa berbeda dengan yang di teks," kata Purnomo pada SURYA.co.id.

Problem itu terjadi sebanyak 15 nomor. Sementara, total soal Unas Bahasa Inggris sebanyak 60 nomor.

Walau begitu, lanjut Adjie, pelaksanaan Unas tak ditunda.


12.42 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger